Secuil Penyesalan dan Harapan
Jakarta, 19 Juli 2017. Malam, tepat tengah malam ini, tangisku seakan tak dapat dibendung lagi. Ampun tuk ku tahan. Tangis yang datang bersamaan dengan rasa penyesalanku terhadapmu. Bagaimana tidak, aku sedih sekaligus menyesal, telah membiarkan hati ini jatuh terlalu jauh kepadamu, memilih untuk memantapkan jiwa kepadamu. Bagaimana bisa aku membiarkan hati ini menyelam terlalu dalam, sedangkan masa depan masih tampak kelam. Dan bagaimana mungkin aku membiarkan hal serupa terjadi padamu? Maka maafkanlah aku, maafkan atas egoku yang berusaha mempertahankanmu. #GSR