HITAKUA
Hai.
Jumpa lagi nih hehe. Sesuai judul postingan kali ini “HITAKUA” apa itu? Well, itu merupakan sebutan untuk kelas 1KA02. Jadi, ga kerasa kelas gua sekarang bakal pisah. Kenapa? Karena sudah ketetapan dari pihak kampus bahwa pada saat kami berada di tingkat dua, maka kelas akan diacak dan menjadi kelas yang permanen selama 3 tahun kedepan. Ya berarti 1KA02 hanya bisa kami nikmati selama 1 tahun. Sedih ngga? BANGET!
Jumpa lagi nih hehe. Sesuai judul postingan kali ini “HITAKUA” apa itu? Well, itu merupakan sebutan untuk kelas 1KA02. Jadi, ga kerasa kelas gua sekarang bakal pisah. Kenapa? Karena sudah ketetapan dari pihak kampus bahwa pada saat kami berada di tingkat dua, maka kelas akan diacak dan menjadi kelas yang permanen selama 3 tahun kedepan. Ya berarti 1KA02 hanya bisa kami nikmati selama 1 tahun. Sedih ngga? BANGET!
Singkat cerita (flashback),
awalnya tuh gua sempat awkward ama ini kelas, takut ngga bisa beradaptasi. Yang
gua kenal cuma Ana, satu-satunya teman pertama di kampus ini yang mana gua
kenal lewat BBM hahaha. Dua hari sebelum perkuliahan dimulai, kelas ini
mengadakan meet up. Sempat ngaret,
akhirnya kami berhasil ngumpul juga. Setelah semua berkumpul kami memutuskan
mencari cafe di sekitaran kampus untuk makan siang. Setelah makan kami pergi ke salah satu kampus
yang terletak di ****** **a. Tau ngga sih, pertama ngumpul kami ngga canggung
malah ketawa ngakak ama lelucon dari beberapa bocah (sebutan untuk beberapa
murid 1KA02), bahkan kami berasal dari berbagai daerah di negeri ini, ibarat
Bhinneka Tunggal Ika-_-
Hari pertama masuk kuliah, kami ketawa mulu ama lelucon baik itu dari dosen atau dari beberapa teman yang
lain. Gua bahkan sempat mikir “Gila ini kelas, baru kenal udah rame gini. Udah
ketawa bareng”. Ya banyak hal yang udah kami lalui, seperti sharing tugas di grup
line atau bikin chat grup ampe ratusan bahkan ribuan-_- Spesialnya waktu gua ulang tahun, dari 45
mahasiswa di kelas hampir semuanya ngucapin, mungkin cuma waktu gua yang rame
gini, itu juga momentnya grup pada rame. Lah sekarang? Ya walaupun mulai berkurang, kami tetap ngumpul atau nongkrong bareng. Masih ngumpul disaat kelar UAS atau UU, masih ngadain bukber, kalo ketemu masih sapaan dan gila-gilaan. Solid banget kan:( haha
Yang bikin gua kaget adalah disaat kami baru 1 bulan kenal, tapi udah bisa touring malam dan mengadakan makrab di daerah Puncak selama 2 hari 1 malam. Bisa dibilang kami kelas tercepat yang mengadakan makrab haha.
Seiring berjalannya waktu kami semakin dekat. Selain sering nongkrong, kami juga sering ngumpul di kosan ini itu atau di tempat gua demi belajar bareng sebelum quiz atau ujian, atau terpaksa tidur di kosan temen karna tugas yang banyaknya luar biasa, pergi karaokean di malam minggu, dan lain-lain. Next, menjelang akhir Juni karena ingin memanfaatkan waktu libur UTS seminggu lamanya, kami memutuskan untuk pergi ke pulau Harapan selama 3 hari 2 malam.
Yang bikin gua kaget adalah disaat kami baru 1 bulan kenal, tapi udah bisa touring malam dan mengadakan makrab di daerah Puncak selama 2 hari 1 malam. Bisa dibilang kami kelas tercepat yang mengadakan makrab haha.
Seiring berjalannya waktu kami semakin dekat. Selain sering nongkrong, kami juga sering ngumpul di kosan ini itu atau di tempat gua demi belajar bareng sebelum quiz atau ujian, atau terpaksa tidur di kosan temen karna tugas yang banyaknya luar biasa, pergi karaokean di malam minggu, dan lain-lain. Next, menjelang akhir Juni karena ingin memanfaatkan waktu libur UTS seminggu lamanya, kami memutuskan untuk pergi ke pulau Harapan selama 3 hari 2 malam.
Biaya??? Percaya
ngga sih, kalo kami cuma menghabiskan dana 250 ribu per orangnya. Include rumah
penginapan untuk 23 orang, 3 kamar dan 3 kamar mandi, juga keliling 5 pulau hahaha.
Perjuangan juga untuk bisa kesana, mulai dari ngemper tengah malam 1 jam
lamanya di stasiun Jakarta Kota, tidur di kapal sebelum pagi datang, 3 jam
terombang ambing di lautan dan akhirnya kita sampai di Pulau Harapan.
Tak
terasa kami akan memasuki bulan Ujian Akhir Semester. Akan tetapi, kami
mendapatkan beberapa berita duka di tahun 2015 ini. Singkat cerita, waktu itu
mengharuskan kami ber-depalan pergi ke Bekasi . I’m not gonna complaining ,
but I gonna tell you this is what I called friend.
Perjalanan kesana bukanlah hal yang mudah. Demi menghindari macet dan panas akhirnya kami memutuskan untuk menaiki angkutan umum. Mulai dari naik kereta ⟶ ELF ⟶ dan angkot. Pukul 2 siang kami memulai perjalanan dan berakhir di Bekasi tepat saat adzan Maghrib berkumandang. Akan tetapi kami harus melanjutkan kembali perjalanan dari Bekasi menuju Depok selepas shalat Isya.
Tepat setelah shalat Isya kami ber-delapan berangkat dari Bekasi menuju stasiun Bekasi. Guess what happened, We couldn’t get any “angkot”. Akhirnya kami memutuskan untuk berjalan. Hampir 15 menit lamanya kami berjalan tak satupun angkot yang datang. Pilihan lain? Nebeng mobil pick up HAHAHA. Setelah beberapa menit berjalan akhirnya berhasil menghentikan mobil pick up yang lewat. Dengan sigap kami menaiki mobil tersebut.
Gila, kami berasa rock n roll haha. Dan yang gua lihat diwajah mereka saat itu? Ngga ada satupun raut muka kelelahan, tapi keceriaan:’) Ngga kebayang deh kalo ngga ada mobil pick up yang lewat saat itu-_-
Sesampainya di gerbang daerah tersebut kami langsung menaiki ELF menuju stasiun. Kurang lebih 1 jam di perjalanan si supir nanyain kita turun dimana, akhirnya kami menjawab Stasiun Bekasi. Lalu apa yang terjadi? Sang supir malah bilang “Yah stasiunnya udah lewat dek”. Kocaq (pake q), udah dibilangin juga dari awal turun di stasiun. Mau ngga mau akhirnya kami turun ditengah jalan dan berjalan kaki lagi 15 menit lamanya. Kami mulai kelelahan, haus, dan lapar.
Perjalanan kesana bukanlah hal yang mudah. Demi menghindari macet dan panas akhirnya kami memutuskan untuk menaiki angkutan umum. Mulai dari naik kereta ⟶ ELF ⟶ dan angkot. Pukul 2 siang kami memulai perjalanan dan berakhir di Bekasi tepat saat adzan Maghrib berkumandang. Akan tetapi kami harus melanjutkan kembali perjalanan dari Bekasi menuju Depok selepas shalat Isya.
Tepat setelah shalat Isya kami ber-delapan berangkat dari Bekasi menuju stasiun Bekasi. Guess what happened, We couldn’t get any “angkot”. Akhirnya kami memutuskan untuk berjalan. Hampir 15 menit lamanya kami berjalan tak satupun angkot yang datang. Pilihan lain? Nebeng mobil pick up HAHAHA. Setelah beberapa menit berjalan akhirnya berhasil menghentikan mobil pick up yang lewat. Dengan sigap kami menaiki mobil tersebut.
Gila, kami berasa rock n roll haha. Dan yang gua lihat diwajah mereka saat itu? Ngga ada satupun raut muka kelelahan, tapi keceriaan:’) Ngga kebayang deh kalo ngga ada mobil pick up yang lewat saat itu-_-
Sesampainya di gerbang daerah tersebut kami langsung menaiki ELF menuju stasiun. Kurang lebih 1 jam di perjalanan si supir nanyain kita turun dimana, akhirnya kami menjawab Stasiun Bekasi. Lalu apa yang terjadi? Sang supir malah bilang “Yah stasiunnya udah lewat dek”. Kocaq (pake q), udah dibilangin juga dari awal turun di stasiun. Mau ngga mau akhirnya kami turun ditengah jalan dan berjalan kaki lagi 15 menit lamanya. Kami mulai kelelahan, haus, dan lapar.
Setibanya di stasiun, justru
yang terjadi kami ketinggalan kereta terakhir menuju Jakarta Kota. Panik, kesel, ketawa, semua campur
aduk jadi satu kayak adonan kue. Ngabarin anggota keluarga, akhirnya Aldi
membawa kabar gembira. Doi mencoba menghubungi anggota keluarganya yang di Bekasi.
“Pasti ada jalan bagi setiap niat yang baik”, itu memang benar. Alhamdulillah kami dapat menginap dirumah saudara Aldi (ngga jadi nge-gembel di stasiun haha). Sebelum dijemput saudara Aldi, kami memutuskan untuk mencari tempat untuk makan malam. Pukul 12 malam kami dijemput di stasiun dan tepat pukul 1 malam kami sampai di rumah saudara Aldi. Bukannya langsung tidur, tapi kami malah nonton video horor (And thanks uwa Aldi yang sudah memberi kami tumpangan tidur dan sarapan pagi). Paginya kami memutukan untuk segera pulang menuju Depok. That's gonna be the unforgettable moment with them.
“Pasti ada jalan bagi setiap niat yang baik”, itu memang benar. Alhamdulillah kami dapat menginap dirumah saudara Aldi (ngga jadi nge-gembel di stasiun haha). Sebelum dijemput saudara Aldi, kami memutuskan untuk mencari tempat untuk makan malam. Pukul 12 malam kami dijemput di stasiun dan tepat pukul 1 malam kami sampai di rumah saudara Aldi. Bukannya langsung tidur, tapi kami malah nonton video horor (And thanks uwa Aldi yang sudah memberi kami tumpangan tidur dan sarapan pagi). Paginya kami memutukan untuk segera pulang menuju Depok. That's gonna be the unforgettable moment with them.
Dan, hari ini adalah hari terakhir kami ujian. Hari
terakhir kami di kelas bareng. Dan tepat di hari ini kami mengadakan
touring terakhir.
Dear 1KA02...
Terima kasih karena kalian sudah
bersedia menjadi teman gua setahun lamanya. Suka duka kita lalui bareng-bareng.
Seneng, sedih, ketawa, kesel, marah, semua pernah kita alami di kelas.
Sulit memang untuk menemukan teman seperti kalian. There’s no big problem ever
happened in my class. Because we have grown up. Dan kedewasaan inilah yang menjadikan
kita kompak. Dan untuk 1KA02 tetaplah menjadi
kalian yang apa adanya. Kalian yang pernah gua kenal. Terima kasih atas
kerjasamanya. Terima kasih juga atas partisipasi kalian, kepedulian
kalian, dan canda tawa kalian. Terima kasih lagi telah meluangkan waktu kalian untuk
kelas, touring, makrab, traveling, liburan di pulau, bahkan buka bersama full squad sekalipun. See you at the top.
Comments
Post a Comment