BACKPACKER-AN KE BALI DAN LOMBOK (Part III: Menuju Lombok)

Ombak Sunset

Hai semuanya,
Kali ini saya akan melanjutkan cerita sebelumnya yaitu BACKPACKER-AN KE BALI DAN LOMBOK (Part II: Liburan di Bali).

Jadi, terhitung sudah 3,5 hari saya dan teman-teman berada di Bali. Saatnya menuju Lombok, salah satu destinasi favorit belakangan ini. Sebenarnya, kami berniat untuk menghabiskan waktu di Bali saja. Tapi kalau dipikir-pikir "tangguang" dalam bahasa Padangnya haha. Kenapa nggak ke Lombok sekalian? Budget pasti bisa ditekan seminimal mungkin kok.

25 Februari 2016
Kami pun meninggalkan Bali dan menuju Lombok. Angkutan yang telah kami sewa bergerak menuju Pelabuhan Padang Bai. Perjalanan terasa cukup jauh, beberapa kali juga kami sempat tertidur selama di perjalanan. Jalanan menuju Padang Bai pun bisa dibilang sepi, ramai tetapi tidak begitu ramai(?) sampai tibalah kami di pelabuhan.

Mobil angkutan si bapak tidak bisa mengantarkan kami ke depan pelabuhan persis, katanya sih tidak diperbolehkan. Dan perlu kalian ingat kalau sudah sampai di pelabuhan, pastikan semua barang langsung dibawa sendiri. Jangan sampai diangkut oleh "tukang angkut" disana, yaitu mereka yang secara tiba-tiba datang→angkat barang penumpang→minta upah, dan beberapa upah yang diminta juga tidak masuk akal.

Sebelum menuju pelabuhan, kami sempatkan terlebih dahulu membeli perangkat alat tulis untuk di Lombok nanti (yang nanti akan saya ceritakan untuk apa). Setibanya di pelabuhan, kami membeli tiket yang saat itu harganya masih Rp40.000/orang. Nah, ada cerita menegangkan lagi nih. Kebetulan yang memegang tiket saat itu teman saya, Pira. Setelah tap in, tiba-tiba ada seorang pemuda yang berlagak jadi petugas dan mengambil tiket secara langsung dari tangan Pira. Saya curiga dan dalam berkata, Aduh, udah nih ga bener kayaknya. Ini beneran petugas atau bukan?. Pun sebelum menuju kapal, pemuda tersebut entah mengapa bersikap ramah,
"Mbak mas bisa beli makanan dulu disini sebelum naik"
"Engga usah mas, kita sudah bawa bekal", jawab saya.
Kemudian dia tmengantarkan kami menuju kapal (tapi belum naik, masih harus menunggu diluar sekitar 15 menit). Kemudian, laki-laki tersebut berkata:
"Nanti tinggal naik aja ya mba. Saya pergi dulu".
Oke, ada yang tidak beres nih kayaknya.

Dan selama menunggu, ada salah satu lelaki tua bersama istri dan cucunya yang mengajak kami untuk ngobrol.
"Mau kemana nak?", tanyanya.
"Ini pak, mau ke Lombok"
"Oh dimananya?"
"Di jalan Bangil pak, daerah Taman Baru"
"Oh itu, iya saya tau tuh sekitar sana. Udah ada angkutan kesana?"
"Belum sih pak"
Akhirnya pembicaraan berlanjut dari awalnya yang basa-basi sampai beliau berkata lagi:
"Kalau mau, nanti saya antar kesana. Ya itung-itungannya bisa diatur nanti lah"
Kamipun yang kurang peka saat itu cuma bisa senyum-senyum tipis dan diam haha.

Akhirnya, penumpang dipersilahkan masuk ke dalam kapal. Sebelum kami masuk,
Petugas: "Tiketnya mba?"
Saya:" Loh, udah tadi pak sama mas-mas disana."
Waktu saya lihat ke belakang. Waduh!! Pemuda tadi kemana?
Petugas: "Mana?"
Oke, disini saya mulai sedikit panik. Tiba-tiba, petugas lain bilang,
Petugas lain: "Udah, udah tadi." sambil memberi kode.
Petugas: "Oh, udah. Oke boleh masuk"
Paham ada apa kan? Ehehehe.

Kamipun berhasil masuk. Awalnya, kami berniat untuk duduk di luar saja. Tapi karena panas dan risih, kami memutuskan masuk ke dalam. Dan coba tebak, ada apa di dalam kapal ketika kami masuk? Ternyata, di dalam kapal ramai sekali orang berjualan. Penjual asongan bergerak kesana kemarimenjajakan makanannya ke setiap penumpang. Kami yang baru saja mendapati tempat duduk, langsung dihampiri oleh mereka.

"Makanannya dik"
"Hehe engga bu, terima kasih."
"Beli aja dik. Ada pop mie, kopi..."
"Hehe makasih bu. Kebetulan kita sudah bawa bekal"
Dan tebak lagi apa? Mereka memaksa. Bahkan kurang lebih 5 menit masih berdiri di depan kami untuk menjajakan makanannya. Maaf bukannya gimana, tapi ketika itu kami sangat menghemat uang karena masih ada perjalanan di Lombok yang juga membutuhkan biaya. Semua berakhir dengan ibu tersebut menyerah (haha). Lalu, kapal pun berangkat menuju Lombok. Bismillah.
Demi kebaikan bersama, mohon maaf saya edit 

Dan tak lupa, saya beserta Pira mengambil beberapa foto elama berada di atas kapal. Setelah merasa bosan, kami kembali ke dalam kapal. Di kapal, Bapak yang sebelumnya mengajak kami berbicara kembali menghampiri. Dan beliau mulai membahas mengenai harga. Ya, beliau menawarkan angkutan kesana dengan ongkos 50 per orang, kamipun meminta waktu untuk membahasnya terlebih dahulu. Memang, setau yang saya pernah baca, ada kendaraan umum dari pelabuhan ke kota. Dan entah kenapa, saat itu kami memutuskan untuk mengiyakan dengan meminta keringanan harga menjadi Rp40.000/orang. Setelah berusaha nego, beliaupun mengiyakan dan barang-barang berupa 4 carrier besar mulai dimasukkan ke dalam mobil si bapak.
"Nanti kalau sudah mau sampai, saya beritahu kalian. Trus ikuti saya ke mobil ini"
Perjalanan kurang lebih memakan waktu 5 jam, dan saya memilih tidur untuk menghilangkan rasa pusing. Akhirnya, kapal merapat ke Pelabuhan Lembar. Seolah-olah sudah direncanakan Allah, keputusan kami untuk menerima tawaran tersebut benar. Ternyata tidak ada satupun kendaraan umum di Pelabuhan Lembar sore itu. Entah kenapa, dan kami tidak tau.

Day 1 in Lombok
Mobil pun bergerak menuju pusat kota Lombok dengan cuaca hujan yang deras. Sedikit kesulitan mencari alamat tempat kami akan menginap selama di Lombok, tapi setelah menelfon salah satu perwakilan/host rumah singgah, dan berkat bantuan petunjuk arah dari host, tibalah kami di Rumah Singgah Lombok Backpacker.

Bagaimana kami bisa menginap disana? Jadi begini ceritanya:
Awalnya kami sempat bingung, kalau di Lombok menginap dimana ya? Sedangkan uang kami jumlahnya sangat pas-pasan. Kemudian, kami mendapatkan referensi kalau di Lombok ada rumah singgah untuk para backpacker dan gratis. Setelah berusaha mencari kontak rumah tersebut, akhirnya saya menemukan akun instagram @rumahsinggahlombok. Untuk menginap disana, kita harus memenuhi syarat dan ketentuan registrasi yang berlaku, mengikuti peraturan yang diterapkan, dan sebagainya. Peralatan tulis yang saya ceritakan sebelumnya, merupakan salah satu barang yang harus dibawa, yang mana akan disumbangkan nantinya ke anak-anak yang kurang mampu. Dan menurut kami, ide seperti itu sangat bagus sekali. Serta jangan lupa, kesopanan selama berada disana harus dijaga.

Oke, lanjut lagi.
Setelah sampai, saya segera menghampiri morang-orang yang ada di rumah dan menemui pemiliknya. Kami memanggilnya Bapak dan Mamak, orangnya baik sekali. Setelah berkenalan, beliau bercerita sedikit mengenai Lombok dan kendaraan nanti selama berada disini, sambil sesekali melepas tawa. Kamipun dipersilahkan untuk masuk dan menempati kamar yang sudah ditawarkan. Disana, kami juga berkenalan dengan Kak Vany (Dia adalah salah satu gadis petualang dan sampai saat ini dia sudah berpetualang sampai ke India), dan beberapa orang yang ikut singgah di rumah tersebut, serta salah satu traveler dari Malaysia. Kami ditanyai mengenai rencana liburan selama di Lombok, dan kami mengatakan bahwa destinasi pertama untuk besok ialah ke Bukit Sembalun.

Mereka sangat ramah sekali serta turut membantu kami yang kebingungan dan rempong dengan perjalanan kesana HAHAHAHA. Baru pertama kenal, sudah bisa sedekat itu dengan mereka. Malamnya, di rumah singgah diadakan pengajian rutin yang dilakukan setiap malam Jum'at lalu diakhiri dengan makan malam bersama. Memakan masakan Mamak bersama mereka dan bercerita mengenai awal rumah singgah lombok backpacker terbentuk, suasana justru menjadi hangat sekali ditengah dinginnya hujan yang turun.

Asik berbincang dengan traveler dari Malaysia di Rumah Singgah Backpacker



Malam itu kami juga bertemu salah satu host rumah singgah, yaitu Mas Duta. Beliau orang yang baik dan ramah sekali, bahkan kami dikenalkan dengan anaknya yang masih lucu dan memiliki nama belakang "Rinjani". Keren sekali bukan?

Baiklah, malam semakin larut. Saatnya mempersiapkan barang bawaan sebelum melakukan pendakian ke Bukit Sembalun. Kami memilih untuk nge-camp semalam diatas sana sambil menikmati keindahan desa Sembalun. Oke, saatnya beristirahat.

Next: BACKPACKER-AN KE BALI DAN LOMBOK (Part IV: Liburan di Lombok-Sembalun).



Comments

Popular posts from this blog

LIBURAN KE JOGJA DAN MALANG (Part IV: Malang)

BACKPACKER-AN KE BALI DAN LOMBOK (Part V: Liburan di Lombok )