LIBURAN KE JOGJA DAN MALANG (Part II: Jogja)
| Taman Sari Jogja |
Cerita sebelumnya: LIBURAN KE JOGJA DAN MALANG (Part I: Jogja)
Day 2 in Jogja
Kali ini saya kembali menuju kawasan pusat kota, dan destinasi yang akan dikunjungi adalah Taman Sari Yogyakarta (ya walaupun saat itu terkena gerimis hujan). Di tempat ini, kendaraan bermotor akan dikenai biaya parkir sebesar Rp3.000, tiket masuk Rp5.000/orang, dan tiket kamera (bagi yang membawa kamera DSLR dan sejenisnya) sebesar Rp3.000.
Saat pertama kali masuk, kita akan dihadapkan dengan bagian utama Taman Sari yang disebut dengan "Segaran". Tidak berlama-lama disana, saya memutuskan menuju Sumur Gumuling, salah satu spot favorite di Taman Sari. Untuk menuju lokasi tersebut, saya cukup kebingungan karena perlu memutari perumahan warga dan harus melewati terowongan bawah air untuk menuju bangunan berlantai 2 tersebut.
Ketika sampai, beberapa orang tengah mengabadikan momen disana. Bagi saya, tidak sulit untuk mendapatkan sejumlah jepretan foto di lokasi favorite tersebut, karena hari itu cukup sepi dan weekday. Setelah mengitari bangunan dan dirasa cukup, saya bergegas keluar. Akan tetapi, saya merasa ingin kembali menuju bagian utama Taman Sari dari arah lokasi Sumur Gumilung. Ketika ingin memasuki pintu, salah seorang penjaga tiba-tiba mencegat dan berkata,
"Mau kemana?"
"Mau masuk ke dalam lagi pak", jawab saya.
"Oh maaf, kalau mau masuk lagi silahkan masuk dari pintu awal kedatangan. Kalau masuk dari sini, pamali".
Sayapun memutuskan untuk keluar terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan menuju pintu keluar, kalian akan menjumpai banyak sekali spot menarik.
![]() |
| Taken by photographer cukup handal: Bule |
Setelah kembali masuk, saya turut mengabadikan beberapa momen di bagian utama Taman Sari
Hari itu saya tidak banyak berkelana di Jogja. Selain cuaca yang kurang mendukung, teman saya perlu menyelesaikan urusan perkuliahannya. Di malam harinya, saya beserta rombongan teman dari Padang yang berkuliah di Jogja memutuskan untuk pergi ke tempat tongkrongan favorite dan terkenal di Jogja. Bahkan nama tempat tersebut dijadikan judul salah satu film di Indonesia. Dimana lagi kalau bukan kedai kopi, Filosofi Kopi Jogja.
| Filosofi Kopi Jogja |
Untuk urusan kopi jenis apa yang dipesan, saya serahkan kepada teman yang lebih berpengalaman (dan untuk harganya silahkan google ya hehe). Tak cukup lama bagi kami berada disana, dikarenakan waktu kunjungan yang mendekati waktu close order dan jam tutup. Setelah isi cangkir kopi masing-masing habis, kami pun memutuskan untuk pulang.
Day 3 in Jogja
Awalnya, saya berniat berangkat persis sebelum matahari terbit ke kawasan Hutan Pinus Mangunan. Namun, karena merasa khawatir, kami pun berangkat setelah matahari terbit. Kami mengandalkan GPS sebagai alat navigasi menuju lokasi. Perjalanan kurang lebih ditempuh dalam waktu 1 jam. Disana, kita akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp2.500/orang. Murah bukan?
Hampir seharian saya menghabiskan waktu disana saking terhipnotisnya dengan suasana Hutan Pinus yang hening dan sejuk.
| Hutan Pinus Magunan |
Perjalanan lalu dilanjutkan ke Candi Prambanan dengan harga tiket masuk sebesar Rp40.000/orang. Keindahan Prambanan tetap terjaga dengan baik bersamaan dengan bekas reruntuhan bangunan akibat gempa Jogja di tahun 2006.
| Candi Prambanan |
| Caption untuk foto diatas: "Kamu....Milea ya? 😂" |
Setelah puas berkelana, kami melanjutkan perjalanan terakhir di hari itu, yaitu Gumuk Pasir Parangkusumo Jogja. Biaya retribusi masuk ke dalam kawasan ini adalah Rp5.000/orang dan Rp3.000 untuk biaya parkir kendaraan bermotor.
![]() |
| Gumuk Pasir Parangkusumo |
Disana, kami menemukan sebuah menara yang terbuat dari bambu. Saking penasarannya, kami memberanikan diri untuk naik keatas😂 Perlu tingkat ketelitian yang tinggi untuk menaiki menara ini. Selain bangunannya yang tinggi, menara tersebut juga sudah tidak begitu kokoh. Diatas menara, saya menikmati cahaya matahari senja ditemani sejumlah lagu indie (Cieelah, penikmat senja banget gue haha). Selain keadaan diatas menara yang tenang, angin sepoi-sepoi membuat saya dapat menikmati sore itu dengan asik.
Belum sempat matahari bersembunyi dari peradabannya, kami memutuskan kembali menuju daerah perkotaan. Dan sebelum menuju tempat peristirahatan, kali ini saya makan di salah satu warung hot plate yang cukup dikenal di Jogja, yaitu Tio Chiu Chinese Food Bang Sinyo yang berada di Jalan Moses Gatotkaca. Warung hot plate ini sangaaattt ramai ketika saya datang berkunjung, dan saya sudah diperingatkan untuk bersabar nantinya. Atas rekomendasi, kami memesan Hot Plate Sapi dan beberapa menu lainnya. Bisa dibilang harga makanan disini terjangkau dan enak.
![]() |
| Kalo ada yang tanya lokasi persisnya dimana, cari aja warung yang ada pagar kuning seperti di foto. LOL |
Belum puas rasanya ketika saya berada di Jogja namun tidak mencicipi makanan khas Jogja, yaitu Gudeg. Malam itu juga, saya memutuskan ingin mencicipi Gudeg khas Jogja HAHAHA (Saya membeli Gudeg disekitar Kampus UGM dan tempatnya cukup dikenal juga. Kalo saya sih kurang begitu suka karena manis, tapi mungkin teman-teman bisa bantu rekomendasikan saya gudeg lainnya yang enak di kolom komentar hehe).
Baiklah, sudah cukup acara makan-makannya. Perjalanan untuk esok dan seterusnya masih akan berlanjut. Saatnya beristiahat dan menyimpan tenaga untuk beberapa hari kedepan.



Comments
Post a Comment